LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA https://jurnallensa.web.id/index.php/lensa <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><strong>LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA</strong> Journal publishes scientific papers on the results of studies and literature reviews in the fields of science education, physics education, biology education, and chemistry education in primary education, secondary education and higher education.</span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><strong>LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA</strong> was first published in May 2012 (Print Version) and November 2014 (Online Version). This journal is published every May and November. </span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">In 2014, <strong>LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA</strong> was published at <a href="https://www.ejournalwiraraja.com/index.php/FKIP" target="_blank" rel="noopener"><strong>ejournalwiraraja.com</strong></a>, but since 2017 the journal has been published at <strong>jurnallensa.web.id</strong>.</span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">p-ISSN : </span></span><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1338184764" target="_blank" rel="noopener"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">2301-5071</span></span></a><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">, e-ISSN : </span></span><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1410423637" target="_blank" rel="noopener"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">2406-7393</span></span></a></p> Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja en-US LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA 2301-5071 <p>Authors who publish with this journal agree to the following terms:</p> <p>Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/" target="_blank" rel="noopener">Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0</a> International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.</p> <p>Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.</p> <p>Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.</p> ANALISIS KEBUTUHAN MODEL PEMBELAJARAN IPA BERBASIS SIM HYBRID UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR https://jurnallensa.web.id/index.php/lensa/article/view/833 <p><strong>Analisis kebutuhan model pembelajaran IPA </strong><strong>b</strong><strong>erbasis SIM </strong><strong><em>h</em></strong><strong><em>ybrid</em></strong> <strong>u</strong><strong>ntuk meningkatkan prestasi belajar</strong><strong>. </strong>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah masih menghadapi tantangan pada inovasi dalam metode pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan model pembelajaran IPA berbasis Sistem Informasi Manajemen (SIM) <em>Hybrid</em> yang mengintegrasikan teknologi digital dengan metode pembelajaran interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, melibatkan 96 peserta didik dan tiga guru IPA di SMP Negeri 2 Kersana. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik dan guru mendukung penerapan SIM <em>Hybrid </em>karena meningkatkan keterlibatan dan pemahaman dalam belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik untuk kualitatif dan statistik deskriptif untuk kuantitatif. Namun, kendala seperti keterbatasan infrastruktur dan kurangnya pelatihan guru masih menjadi tantangan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa SIM <em>Hybrid</em> sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran IPA jika didukung oleh kesiapan sumber daya dan pelatihan yang memadai.</p> Junaedi Abdillah Sitti Hartinah Dewi Amaliah Nafiati Copyright (c) 2026 LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-05-02 2026-05-02 16 1 1 13 10.24929/lensa.v16i1.833 STUDI LITERATUR STUDI LITERATUR: ANALISIS PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI SEKOLAH ADIWIYATA https://jurnallensa.web.id/index.php/lensa/article/view/899 <p><strong>Studi literatur : analisis pengelolaan ruang terbuka hijau dan pemanfaatannya sebagai sumber belajar</strong> <strong>di sekolah adiwiyata.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) dan pemanfaatannya sebagai sumber belajar biologi di SMA, serta menilai apakah RTH masih relevan digunakan pada kondisi saat ini. Populasi penelitian adalah SMA di Indonesia yang mewakili enam pulau besar, dengan sampel antara lain SMA Negeri Plus 17 Palembang (Sumatera); SMA Negeri 3 Tasikmalaya, SMA Negeri 2 Banguntapan, SMA Korpri Bekasi, SMA Negeri 11 Semarang, dan SMA Negeri 1 Nglames (Jawa); SMA Negeri 5 Denpasar (Bali); SMA Negeri 5 Samarinda dan SMA Negeri 7 Balikpapan Timur (Kalimantan); MAN Enrekang Makassar (Sulawesi); serta SMA Negeri 3 Merauke dan SMA Negeri 3 Nabire (Papua). Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan studi kasus, menggunakan sumber data dari jurnal ilmiah, pedoman, dan kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengenai program Adiwiyata. Analisis dilakukan melalui kategorisasi berdasarkan jumlah peserta didik dan pemanfaatan RTH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTH bermanfaat sebagai media kontekstual dalam pembelajaran biologi, terutama pada materi keanekaragaman hayati, pertumbuhan, dan perkembangan tumbuhan. Selain itu, RTH masih relevan hingga saat ini karena dapat memperkaya pengalaman belajar peserta didik sekaligus mendukung pendidikan lingkungan berkelanjutan. Jumlah peserta didik berpengaruh terhadap kebutuhan luas RTH agar pemanfaatannya lebih optimal.</p> Ahmad Agung Ash Shiddiqy Karina Dhelvia Bayumi Rahmi Susanti Susy Amizera Copyright (c) 2026 LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-05-02 2026-05-02 16 1 14 27 10.24929/lensa.v16i1.899 GAMIFIKASI SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK MENUMBUHKAN RASA INGIN TAHU SISWA TENTANG STRUKTUR BUMI https://jurnallensa.web.id/index.php/lensa/article/view/888 <p>Gamifikasi sebagai strategi pembelajaran interaktif untuk menumbuhkan rasa ingin tahu siswa tentang struktur bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas gamifikasi sebagai strategi pembelajaran interaktif dalam menumbuhkan rasa ingin tahu siswa pada pembelajaran IPA, khususnya pada materi struktur bumi. Rasa ingin tahu merupakan aspek afektif yang penting dalam proses belajar, namun masih kurang berkembang akibat pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 32 siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Yogyakarta. Kegiatan pembelajaran dirancang dalam empat level gamifikasi yang mengintegrasikan unsur permainan seperti <em>puzzle</em>, ular tangga, <em>mix&amp;match</em> kartu, dan kuis digital. Setelah pelaksanaan, siswa mengisi angket rasa ingin tahu sebanyak 16 pernyataan berdasarkan empat indikator: kemauan mengeksplorasi, ketertarikan terhadap materi, keaktifan bertanya, dan antusiasme mencari jawaban. Hasil menunjukkan bahwa 59,38% siswa berada pada kategori tinggi, 25% pada kategori sangat tinggi, dan tidak ada siswa dalam kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa gamifikasi mampu menciptakan suasana belajar yang mendukung rasa ingin tahu dan mendorong partisipasi aktif siswa.</p> Retno Yekti Utami Achmad Fauzan Maulana Sabar Nurohman Winarto Winarto Copyright (c) 2026 LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-05-02 2026-05-02 16 1 28 36 10.24929/lensa.v16i1.888 PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK MELALUI BOOKLET BERBASIS ETNOSAINS PECEL SEMANGGI SURABAYA https://jurnallensa.web.id/index.php/lensa/article/view/885 <p><strong>Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Melalui <em>Booklet </em>Berbasis Etnosains Pecel Semanggi Surabaya. </strong>Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui <em>booklet </em>berbasis etnosains pecel semanggi Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>One-Group Pretest Posttest. </em>Penelitian ini dilakukan pada materi klasifikasi makhluk hidup di kelas VII F SMPN 53 Surabaya tahun ajaran 2024/2025 yang melibatkan 34 peserta didik. Teknik pengambilan data menggunakan angket, wawancara, tes, dan dokumentasi. Skor keterampilan berpikir kritis dianalisis peningkatannya menggunakan rumus <em>N-Gain</em>.&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis peserta didik meningkat dengan rata-rata <em>N-Gain </em>sebesar 0,75 dengan kriteria tinggi setelah pembelajaran menggunakan <em>booklet </em>berbasis etnosains pecel semanggi Surabaya. Penelitian ini bermanfaat untuk memperluas referensi guru dalam memilih media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Kesimpulan penelitian ini yaitu <em>booklet </em>berbasis etnosains pecel semanggi Surabaya efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis.</p> Novasya Ayu Wulansuci Mochammad Yasir Mochammad Ahied Ana Yuniasti Retno Wulandari M. Amien Rais Copyright (c) 2026 LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-05-02 2026-05-02 16 1 37 47 10.24929/lensa.v16i1.885 PERAN LABORATORIUM VIRTUAL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN ABAD KE-21 (4C) PADA PEMBELAJARAN IPA : STUDI LITERATUR https://jurnallensa.web.id/index.php/lensa/article/view/876 <p>Peran Laboratorium Virtual Dalam Meningkatkan Keterampilan Abad Ke-21 (4C)&nbsp; Pada Pembelajaran IPA : Studi Literatur. Pendidikan abad ke-21 menuntut penguasaan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi (4C). Dalam pembelajaran IPA, praktikum berperan penting untuk memfasilitasi pemahaman konsep sekaligus melatih keterampilan tersebut. Namun, keterbatasan laboratorium fisik di banyak sekolah menghambat pelaksanaan praktikum secara optimal. Laboratorium virtual menjadi alternatif yang memungkinkan peserta didik melakukan eksperimen interaktif tanpa bergantung pada fasilitas fisik. Kajian ini bertujuan menganalisis peran laboratorium virtual dalam mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 melalui telaah literatur artikel ilmiah terbitan 2018–2025. Hasil menunjukkan bahwa laboratorium virtual efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi pada berbagai jenjang pendidikan. Selain itu, media ini mampu memperkuat pemahaman konseptual, meningkatkan motivasi belajar, serta menyediakan pengalaman eksperimen yang aman dan fleksibel. Dengan demikian, laboratorium virtual berkontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas pembelajaran IPA. Dampaknya bagi pendidikan sains mencakup perluasan akses belajar, penguatan kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan pengembangan inovasi praktikum digital.</p> Tyse Ramadhona Mutiah Lestari Trista Meilanie Hamdi Akhsan Iful Amri Copyright (c) 2026 LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-05-02 2026-05-02 16 1 48 60 10.24929/lensa.v16i1.876 PROFIL KREATIVITAS MAHASISWA DALAM MERANCANG MODUL AJAR BERBASIS SUSTAINABILITY EDUCATION https://jurnallensa.web.id/index.php/lensa/article/view/857 <p style="font-weight: 400;">Kreativitas adalah keterampilan yang penting di era disruptif yang penuh tantangan perubahan iklim dan lingkungan. Perubahan lingkungan dan iklim tentunya karena dipengaruhi oleh aktivitas manusia dari berbagai sektor kehidupan sehingga menuntut manusia untuk turut mengambil langkah dalam memelihara keberlanjutan hidup demi generasi mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil kreativitas mahasiswa dalam merancang modul ajar berbasis <em>sustainability education</em>. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek yaitu mahasiswa prodi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang yang sedang menempuh mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Biologi. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penilaian kreativitas modul ajar berbasis <em>sustainability education </em>yang dikembangkan oleh Wijayanti, <em>et al </em>(2024), dengan teknik analisis data menggunakan teknik frekuensi dan persentase. Hasil yang diperoleh adalah kreativitas mahasiswa berkategori kurang baik sebesar 39,80%; cukup baik sebesar 40,82%; dan baik sebesar 18,37%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kreativitas mahasiswa masih rendah dalam merancang modul ajar berbasis <em>sustainability education</em>.</p> Rindi Novitri Antika Tutik Fitri Wijayanti Erni Angraini Copyright (c) 2026 LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-05-02 2026-05-02 16 1 61 69 10.24929/lensa.v16i1.857 POTRET AWAL KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP PADA MATERI ZAT ADITIF https://jurnallensa.web.id/index.php/lensa/article/view/731 <p>Potret awal keterampilan pemecahan masalah siswa SMP pada materi zat aditif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan pemecahan masalah siswa SMP N 8 Banjar kelas VIII pada materi zat aditif. Keterampilan ini penting dalam pendidikan abad 21 untuk memecahkan masalah di bidang akademik dan kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan tes uraian sebanyak 20 soal, dan melibatkan 32 siswa. Indikator mencakup memahami, menganalisis, merencanakan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi solusi. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan indikator yaitu 41,21 dengan kategori cukup. Pengkategorian dengan interval nilai : 80-100 (sangat tinggi), 61-80 (tinggi), 41-60 (cukup), 21-40 (rendah), 20 (sangat rendah).&nbsp; Dengan demikian hasil penelitian ini perlu dilakukan usaha untuk peningkatan. Kurang optimalnya penelitian ini disebabkan oleh lemahnya siswa memahami konsep, kurang mandiri, dan minimnya pembelajaran kontekstual. Disarankan penerapan model pembelajaran yang efektif agar siswa dapat mengaitkan pembelajaran dengan situasi nyata, meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, dan menemukan solusi secara mandiri.</p> Elin Herlina P.K. Suprapto L. Badriah D. Hernawati Copyright (c) 2026 LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-05-02 2026-05-02 16 1 70 78 10.24929/lensa.v16i1.731 EFEKTIFITAS PENGGUNAAN LKPD DALAM MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH: TINJAUAN LITERATUR https://jurnallensa.web.id/index.php/lensa/article/view/854 <p><strong>Efektifitas Penggunaan L</strong><strong>KPD Dalam Meningkatkan Literasi Sains Siswa Pada Pembelajaran I</strong><strong>PA Di Sekolah: </strong><strong>Tinjauan Literatur.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dalam meningkatkan literasi sains siswa pada pembelajaran IPA di sekolah. Ruang lingkup kajian mencakup artikel penelitian empiris yang dipublikasikan pada periode 2015–2025 dan berfokus pada penerapan LKPD serta dampaknya terhadap kemampuan literasi sains. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan empat tahap utama: pemilihan topik, pencarian artikel pada <em>Google Scholar</em> dan database SINTA, seleksi berdasarkan kriteria inklusi (penelitian empiris, mengukur literasi sains, terbit di jurnal terindeks, dan tersedia teks lengkap), serta analisis hasil. Sebanyak 20 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis menggunakan pendekatan tematik, dengan pengelompokan berdasarkan jenis LKPD (misalnya <em>Socio-Scientific Issues</em>, inkuiri, digital, dan lainnya), aspek literasi sains yang diukur, serta bukti efektivitas yang dilaporkan (nilai N-Gain, <em>effect size</em>, atau peningkatan skor hasil belajar). Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan LKPD konsisten memberikan peningkatan signifikan pada kemampuan literasi sains siswa, terutama pada indikator menjelaskan fenomena ilmiah, merancang penyelidikan, dan menafsirkan data serta bukti ilmiah. Bukti kuantitatif, seperti N-Gain dengan kategori sedang hingga tinggi dan <em>effect size</em> pada kategori besar, memperkuat temuan bahwa LKPD efektif digunakan dalam pembelajaran IPA. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa LKPD dapat direkomendasikan sebagai salah satu media pembelajaran yang relevan dan efektif untuk meningkatkan literasi sains siswa di sekolah.</p> Mila Mila Copyright (c) 2026 LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-05-02 2026-05-02 16 1 79 86 10.24929/lensa.v16i1.854 PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PBL DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VII https://jurnallensa.web.id/index.php/lensa/article/view/556 <p>Pengembangan LKPD berbasis PBL dengan pendekatan saintifik untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas VII. Penelitian ini berfokus pada pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang mengintegrasikan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan saintifik. LKPD ini dirancang khusus untuk materi ekologi dan keanekaragaman hayati, dengan tujuan utama untuk meningkatkan minat belajar siswa. Metodologi penelitian yang diterapkan adalah Research and Development (R&amp;D) dengan adopsi model ADDIE yang komprehensif, meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian melibatkan validator ahli materi dan media, seorang guru IPA, serta 30 siswa kelas VII SMPN 2 Pakel. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket kepraktisan, dan kuesioner minat belajar. Hasil validasi ahli materi menunjukkan skor 80,77% (kategori sangat valid), sementara validasi ahli media mencapai 75% (kategori valid). Penilaian guru terhadap kepraktisan LKPD sebesar 93,18%, mengindikasikan kemudahan penggunaan yang tinggi. Selanjutnya, rata-rata minat belajar siswa tercatat 60, dengan tingkat ketuntasan klasikal sebesar 93%. Oleh karena itu, LKPD yang dihasilkan terbukti valid, praktis, dan efektif dalam mengoptimalkan keterlibatan siswa pada pembelajaran IPA.</p> Kristin Yuliana Copyright (c) 2026 LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-05-02 2026-05-02 16 1 87 94 10.24929/lensa.v16i1.556 MENGATASI MISKONSEPSI DALAM PRAKTIKUM PENCEMARAN AIR MELALUI INTEGRASI CITIZEN SCIENCE PROJECT: STUDI LITERATUR https://jurnallensa.web.id/index.php/lensa/article/view/520 <p>Mengatasi miskonsepsi dalam praktikum pencemaran air melalui integrasi <em>Citizen Science Project</em>: studi literatur. Pencemaran air merupakan isu lingkungan yang mendesak dan sering dijadikan topik praktikum dalam pembelajaran IPA dan biologi. Namun, mayoritas desain praktikum bersifat simulasi misalnya penggunaan konsentrasi pencemar yang tidak realistis dan prosedur yang berisiko secara etis berpotensi memunculkan miskonsepsi pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengembangan praktikum pencemaran air yang telah dilaporkan dalam literatur nasional maupun internasional serta merumuskan rekomendasi pengembangan praktikum yang lebih kontekstual dan bertanggung jawab melalui integrasi <em>Citizen Science Project</em> (CSP). Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2010–2023, yang diperoleh melalui Google Scholar dan Scopus. Hasil telaah menunjukkan bahwa mayoritas praktikum pencemaran air dikembangkan menggunakan model inkuiri atau Problem Based Learning (PBL), namun belum mengintegrasikan pendekatan <em>Citizen Science Project</em> (CSP) dan cenderung berfokus pada simulasi laboratorium. Selain itu, ditemukan potensi miskonsepsi akibat desain praktikum yang kurang merepresentasikan kondisi lingkungan nyata. Berdasarkan temuan tersebut, artikel ini merekomendasikan integrasi CSP melalui pengamatan berbasis lingkungan lokal, pengukuran multi-parameter, serta pengambilan data multi-titik dan/atau multi-waktu yang disertai refleksi dan verifikasi konsep, sehingga praktikum menjadi lebih kontekstual, bertanggung jawab, dan berpotensi meminimalkan miskonsepsi sekaligus meningkatkan literasi sains serta kepedulian lingkungan peserta didik.</p> Via Aini Topik Hidayat Kusnadi Kusnadi Mubiar Agustin Copyright (c) 2026 LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-05-06 2026-05-06 16 1 95 110 10.24929/lensa.v16i1.520